Pernah mendengar Huaulu? Ia adalah suku yang menempati Desa Huaulu. Desa ini di lereng Gunung Binaiya. Huaulu masuk Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Menuju desa ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Suku ini hanya beranggotakan 50 kepala keluarga. Di perkampungan mereka, rumah dibangun saling berhadapan. Di tengah-tengah deretan rumah itu dibangun sebuah baileo. Baileo merupakan tempat pelaksanaan adat suku ini.
Baileo maupun rumah warga mempunyai bentuk yang sama berupa rumah panggung sederhana yang terbuat dari kayu dan beratap rumbia. Dindingnya dari papan.
Bangunan-bangun itu terdiri dari tiga bagian yakni bagian atas, bagian tengah, dan bagian bawah. Bagian atas berfungsi untuk menyimpan peralatan upacara dan barang-barang berharga yang dipunyai si pemilik rumah. Bagian tengah berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga. Di bagian ini biasanya ada kamar dan dapur. Sedangkan bagian bawah dijadikan kandang hewan peliharaan.
Di bagian belakang rumah terdapat gubuk berukuran 2x3 meter. Gubuk ini biasa disebut sikitoa. Gubuk ini diperuntukkan bagi kaum perempuan yang sedang datang bulan atau wanita hamil yang menanti melahirkan.
Ketika membangun baileo, konon harus menggunakan tengkorak manusia yang merupakan musuh-musuh suku Huaulu yang telah mati sebagai pondasi utama dari tiang-tiang di seluruh bangunan.
"Benar, dulu suku kami menggunakan kepala manusia sebagai salah sau syarat ritualnya,” ujar Wilhemus Kogoya, salah satu tokoh adat suku Huaulu seperti dilansir Indonesia.go.id.
Namun kini penggunaan kepala manusia sudah tidak dilakukan lagi. Sebagai gantinya, mereka menggunakan tempurung kelapa pada setiap tiangnya.
Baileo sebenarnya dulunya biasa dijadikan sebagai rumah Raja atau Kepala Desa dan juga tempat beribadah. Mereka biasa mengadakan pertemuan terkait kehidupan warga atau bahkan pembicaraan mengenai strategi perang melawan musuh-musuh mereka. Namun saat ini baileo berubah fungsi. Oleh warga, baileo dijadikan sebagai Balai Desa. Warga desa Huaulu biasa melakukan rapat desa dan berbagai upacara adat di Baileo.
Begitulan cara suku adat Huaulu mempertahankan tradisinya.