Namanya Tajur. Ia adalah sebuah kampung yang penuh dengan kearifan lokal. Kampung ini terletak di Desa Pesanggarahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Jaraknya 33 km dari pusat ibu kota Kabupaten Purwakarta.

Nuansa Sunda sangat kental di kampung ini. Udaranya bersih dan sejuk. Rumah-rumah warga sangat khas. Mereka tinggal di rumah-rumah panggung, rumah khas masyarakat Sunda sejak dulu. Ada 120 rumah di kampung ini.

Rumah di kampung ini dibuat dari kayu dan anyaman bambu. Untuk mendukung wisata, rumah-rumaH dicat dengan warna serupa yakni putih dan hitam lengkap dengan genteng tanah liat.

Karena masih mempertahankan tradisi leluhurnya, pemerintah Kabupaten Purwakarta pada 2005 menjadikan kampung ini menjadi kampung wisata berbasis kearifan lokal.

Setelah ditetapkan menjadi kampung wisata berbasis adat, warga mulai melakukan pembenahan. Pemda Purwakarta memberi bantuan itu pembenahan itu. Mereka mulai membenahi rumah panggung agar lebih nyaman. Jika dulu tidak ada kamar mandi, kini mulai dibuat kamar mandi.

Dari 120 rumah panggung, 43 rumah di antaranya dijadikan homestay. Biaya sewanya Rp 250/permalam.

Tinggal di Tajur, wisawatan bisa menikmati keseharian bersama warga.

“Konsepnya si tamu itu bisa hidup bersama-sama dengan masyarakat sini. Jadi kita memang kegiatan seperti orangtua asuh," Maemunah (39 tahun), pengurus Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kampung Tajur seperti dinukil Republika.co.id.

Wisata di Kampung Tajur ini dikenal sebagai wisata lembur kahuripan. Artinya, mereka lebih menekankan paket penginapan untuk mengenal kampung adat Sunda. Tamu yang menginap di rumah warga akan ikut kegiatan si pemilik rumah. Mereka diajak bertani atau mengangon hewan ternak sesuai dengan pekerjaan si pemilik rumah.

Mereka juga diajak treking menaiki bukit di sekitar kampung. Membuat kerajinan tangan khas masyarakat dari bambu atau anyaman plastik bungkus makanan. Hingga bisa juga membuat gula aren sendiri seperti kegiatan sehari-hari warga.

Ada yang menarik di sini. Ada yang namanya tradisi tetunggulan. Tetunggulan adalah aktivitas menumbuk padi di lesung kayu yang dilakukan oleh para ibu-ibu berusia lanjut.

Mengutip purwakarta.go.id, dalam kegiatannya aktivitas Tetunggulan akan menciptakan atmosfir budaya Sunda yang kuat. Terlebih didukung dengan interaksi berbahasa Sunda khas warga setempat. Di sini wisatawan juga bisa mengikuti aktivitas tersebut.

Menarik bukan?