Pandemi yang disebabkan virus Covid-19 mendorong masyarakat untuk semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Covid-19 adalah virus yang berbahaya dan sangat cepat menular. Selama obat dan vaksinnya belum ditemukan, cara terbaik untuk menghadapi wabah ini adalah sedapat mungkin mencegah terjadinya penularan dan menjaga sistem imun, kemampuan tubuh untuk melawan penyakit.

Ada banyak cara untuk menjaga agar sistem imun tubuh tetap prima. Misalnya, dengan berolah raga, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dll. Masyarakat Indonesia juga memiliki cara tradisional untuk menjaga daya tahan tubuh, yakni dengan mengonsumsi ramuan alami yang biasa disebut "jamu". Bumi Indonesia memang kaya dengan berbagai jenis tanaman obat yang dapat diracik menjadi jamu.

Terkait dengan pentingnya jamu sebagai salah satu cara untuk menangkal ganasnya wabah Covid-19, kegiatan yang diadakan Pemerintah Desa Malalin ini barangkali merupakan inisiatif yang dapat dicontoh oleh desa-desa lain, yakni pelatihan pembuatan berbagai macam jamu untuk warga. Kegiatan ini sudah terselenggara pada 29 Maret 2020 silam. Desa Malalin terletak di Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan

"Ini kita harapkan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan. Ya, karena dengan pola hidup sehat termasuk buat jamu untuk kekebalan tubuh maka bisa menangkal virus Corona. Nanti mereka bisa buat sendiri di rumah," kata Kepala Desa Malalin, Sareng Toto, kepada media.

Bahan-bahan pembuatan jamu sengaja dipilih yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar, seperti daun kelor, kunyit, jahe, temulawak, daun sirih, jeruk nipis, dll. Tak hanya meracik jamu, warga juga dilatih untuk membuat cairan antiseptik sendiri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.

Selama pandemi ini, selain masker, cairan antiseptik memang merupakan barang yang paling dicari masyarakat di berbagai warung dan toko. Sayangnya, antiseptik produk pabrikan semakin langka karena tingginya permintaan sehingga harganya pun terus melambung.

"Daripada kita beli antiseptik mahal-mahal, mending kita buat yang tentunya tetap ampuh tapi dengan harga yang ekonomis," kata Kades Malalin.

Selain pelatihan untuk mengolah aneka jenis tetumbuhan yang bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh dan pembuatan cairan antiseptik, Pemerintah Desa Malalin juga melengkapi kegiatan bertema kesehatan ini dengan pengukuran suhu tubuh secara massal untuk warga desa. Warga juga dilatih mengenai cara mengukur suhu tubuh.

Pengetahuan dan keterampilan dasar ini penting di masa wabah, sebab suhu tubuh yang tinggi memang salah satu indikasi awal yang biasa dijumpai pada orang yang terpapar Corona.

Pelatihan pembuatan jamu dan antiseptik dengan bahan-bahan lokal ini dibimbing oleh Pendamping Kecamatan Mansur, dan Syahrir Mardua Mallapa, dengan pemateri dari Pendamping Tenaga Ahli Kabupaten, Nurhaji Majid. Pelatihan diselenggarakan dengan memanfaatkan Dana Desa.

Pendamping Desa Malalin, Syahril Mardua, yang turut hadir dalam pelatihan, mengapresiasi kegiatan ini. "Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga untuk antisipasi jika ada gejala terjangkit virus Corona. Ini luar biasa gerakan yang dilakukan pemerintah Desa Malalin. Ini bisa menenangkan warganya dari kepanikan," ungkap Syahril. (SJ)