Lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur terhambat menyalurkan BLT Dana Desanya gara-gara bank setempat kekurangan uang tunai. Empat kabupaten itu Malaka, Timor Tengah Utara, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, dan Rote Ndao.

Dilansir suara.com, Koordinator P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kandidatus Angge mengatakan, karena persediaan uang di bank terbatas, penyaluran BLT DD dalam sehari hanya bisa menjangkau 5 hingga 10 desa. "Kondisi ini perlu disiasati pemangku kepentingan sehingga penyaluran BLT DD bisa dieksekusi dengan cepat," katanya.

Angge mengatakan, hingga 1 Juni 2020 ada 3.026 desa di NTT yang telah menyalurkan BLT DDnya. Sedangkan 2.607 desa saat ini baru melakukan musyawarah khusus desa untuk menetapkan penerima manfaat.

Pada fase pertama (April-Juni) penyaluran BLT DD, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dana sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Sedangkan untuk fase kedua (Juli-September) para penerima manfaat akan menerima dana sebesar Rp 300 per bulan.

Angge membeberkan, selain kendala persediaan uang di bank, faktor penghambat lain yakni pihak desa diarahkan untuk menunggu hasil akhir Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

"Entah itu data terkait PHK, BNPT, BST, dan lainnya, sehingga pemerintah desa belum bisa melakukan eksekusi," katanya.

Sebelumnya, dalam inspeksi mendadak yang dilakukan di kabupaten di Provinsi Banten, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Halim Iskandar menemukan desa yang belum menyalurkan BLT DDnya karena menunggu bantuan lain disalurkan.

Kata Halim, ada permintaan dari provinsi maupun kabupaten agar penyaluran BLT DD dilakukan setelah Bantuan Sosial (Bansos) tingkat provinsi maupun Kabupaten turun.

Atas temuan itu, Halim meminta agar desa-desa yang sudah melakukan musyawarah desa khusus (Musdesus) untuk segera menyalurkan BLT DDnya. Setelah BLT DD disalurkan, ia meminta aparat desa melaporkan data-data penerima ke pemda.

"Biar mereka yang melakukan sinkronisai sehingga tidak tumpang tindih," katanya. (FWH)