Rabu kemarin menjadi hari yang bersejarah bagi platform digital yang bergerak dalam bidang ekspor. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan ekspor Indonesia, mereka sepakat mendirikan sebuah wadah komunikasi bersama yaitu Asosiasi Platform Digital Ekspor Indonesia (APDEI).

Wadah ini dibentuk berdasarkan semangat bersama mendorong ekspor secara lebih massif melalui tiga pilar utama yaitu regulasi, digitalisasi dan kolaborasi. Ketiga pilar tersebut dijalankan bersama melalui gerakan #PDEkspor, yang juga merupakan akronim dari nama asosiasi.

Hashtag ini mengkampanyekan kebanggaan terhadap buatan Indonesia ke pasar global, PeDe atau percaya diri berarti bahwa produk dan jasa Indonesia mampu bersaing di luar negeri melalui plaform digital.

"Platform digital yang tergabung dalam asosiasi diharapkan bisa mengakselerasi ekspor. Saat ini total ada 14 perusahaan, baik B2B maupun B2C," Rico Dwi, wakil ketua asosiasi yang juga Sr. Export Manager di Madeinindonesia.com, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Petani Bali, Bertani Menggunakan Aplikasi

Dalam satu tahun ke depan asosiasi menargetkan bisa membantu 3 juta UKM mendigitalisasi bisnis mereka.

Semangat ini muncul karena melihat kondisi persaingan di pasar global telah memasuki era baru khususnya kondisi dunia yang saat ini masih dilanda pandemi Covid-19. Kondisi saat ini telah mengubah hampir seluruh lini kehidupan masyarakat termasuk melalui digitalisasi yang telah meredifinasi cara perdagangan di dunia global dan telah menjadi "new normal".

Amalia Prabowo dari Geti Incubator mengatakan pihaknya berjanji untuk meningkatkan pendidikan untuk para pelaku UKM agar bisa bersaing di era teknologi digital ini.

Oleh karena itu Asosiasi meyakini bahwa perlu sinergitas seluruh di ekosistem ekspor ini antara lain melalui regulasi yaitu dengan mendorong pemerintah untuk mengeluarkan regulasi dan/atau melakukan deregulasi terhadap segala peraturan dalam rangka transformasi cara ekspor melalui platform digital termasuk pengawasan lebih ketat di sisi impor.

Selain itu juga mempercepat terjadinya digitalisasi terhadap semua aspek perekonomian di Indonesia khususnya yang berorientasi ekspor melalui standar digital nasional yang diakui secara global.

Asosiasi akan bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya yang tengah mendorong pelaku usaha untuk menjadi pelaku digital di pasar e-commerce lokal dengan memberikan standar, edukasi dan pelatihan kepada para pelaku digital tersebut agar berorientasi ekspor.

Dengan memanfaatkan perkembangan digital melalui platform, APDEI atau #PDEkspor diinisiasi oleh 14 platform digital ekspor Indonesia yang dan diketuai oleh Hadi Lee selaku Ketua Umum dari IDNStore. Adapun kepengurusan lainnya diisi oleh perwakilan dari Madeinindonesia.com, IndonesiaDirect.org, Blibli.com, Goorita.com dan Andalin.com.

Tidak terbatas pada perusahaan Platform Digital besar, Asosiasi ini juga merangkul influencer platform digital berbasis Social Media yang juga mengkampanyekan ekspor dalam rangka memberikan edukasi dan penyemangat ekspor secara lebih luas.

Melalui Platform Digital dengan kampanye #PDEkspor akan menaikkan kelas ke pelaku usaha yang dari pelaku digital di pasar lokal menjadi pelaku ekspor dengan target 3 juta pelaku ekspor yang merupakan 10% dari target digitalisasi pemerintah untuk pelaku UKM Indonesia yang tergabung di ekosistem digital.

Baca juga: Mengenal Buah Biksu, Alternatif Pengganti Gula

Dengan adanya asosiasi ini berarti telah tercipta pula sebuah kolaborasi yang nantinya dapat menurunkan biaya logistik ke pasar global sebesar 40-60% melalui kolaborasi seluruh platform digital.

"PDEkspor tidak sekadar sebuah Asosiasi atau sebuah wadah komunikasi saja, melainkan jauh lebih besar daripada itu kami menganggap #PDEkspor sebagai gerakan global produk Bangga Buatan Indonesia melalui ekspor platform digital," kata Hadi Lee, Ketua Umum APDEI - #PDEkspor.