Pemerintah berencana membangun literasi digital di desa. Pembangunan literasi digital desa ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan desa di Indonesia.

"Saya berharap Kemendes bisa bekerjasama dengan Balai Pustaka untuk membangun literasi digital desa," kata Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi saat berkunjung ke kantor Balai Pustaka, Jakarta Timur, Senin (24/5/2021).

Munurut Budi, salah satu cara untuk mempercepat pembangunan desa adalah dengan meningkatkan SDM. Adapun untuk meningkatkan SDM warga desa adalah dengan literasi digital.

Sebagai pilot project, program literasi digital desa tersebut akan di mulai dari desa di Sorong dan Raja Ampat, Papua Barat. Selanjutnya akan dikembangkan ke desa-desa lainnya di seluruh Indonesia.

"Kita coba di beberapa desa di Indonesia, pertama kita akan mulai dari Sorong dan Raja Ampat," kata dia.

Dalam kunjungannya itu, Budi disambut langsung oleh Direktur Utama PT Balai Pustaka, Achmad Fachrodji. Di kantor Balai Pustaka itu ia diajak berkeliling menyusuri sudut-sudut kantornya yang dihiasi dengan gambar tokoh legendaris lengkap dengan kata-kata inspiratif.

Fachrodji juga menunjukkan kekayaan literasi Indonesia, seperti buku-buku lawas cetakan tahun 90 hingga 70-an, terutama buku sastra seperti prosa, novel dan pantun yang berasal berbagai daerah di Nusantara yang masih tersimpan rapi.

Menurut Budi, penerbit yang berdiri sejak 1917 itu telah terbukti berkontribusi terkait narasi dan wacana di Indonesia.